popular post

Kamis, 21 Januari 2010

Ten Laws of LifeTime Growth

1. Always make our future bigger than our past.
2. Always make our learning greater than our experience.
3. Always make our contribution bigger than our reward.
4. Always make our performance greater than our applause.
5. Always make our gratitude greater than our success.
6. Always make our enjoyment greater than our effort.
7. Always make our cooperation greater than our status.
8. Always make our confidence greater than our comfort.
9. Always make our purpose greater than our money.
10. Always make our questions bigger than our answers.

Let we grow our lifetime together.. :D

Disarikan dari http://www.lifetimegrowth.com melalui http://www.facebook.com/?ref=home#/notes/salman-salsabila/ten-laws-of-lifetime-growth/267043570862

Pandangan Ketiga

Baru-baru ini saya terkena virus ajaib. Sebenarnya, virus ini sudah lama tidak menghinggapi saya. Lama sekali. saya ingat terakhir saya terkena virus ini ketika saya awal-awal kuliah. sebagai mahasiswa baru atau yang biasa senior bilang MABA, saya mulai terkena virus ini. Penasaran virus apa yang menjangkiti saya sekarang? Baiklah ciri-ciri umumnya perasaan suka meledak-ledak, suka senyum-senyum sendiri, tidak bisa diam, dan susah berkonsentrasi. Ciri-ciri khusus? tergantung masing-masing orang yang merasakannya. :p

Asal muasal virus ini mulai menjangkiti saya sebenarnya sungguh luar biasa lucu. Saya pertama kali bertemu mahluk penyebar virus ini *kesannya penyakit banget orang ini* hehehe sewaktu saya berkonsultasi ke rumah sepasang suami istri yang sudah saya anggap kakak untuk menyelesaikan Laporan KKL kualitatif. Salah satu teman saya kebetulan berencana untuk mengambil tema ESQ untuk skripsinya namun dia masih bingung. Akhirnya, kakak pembimbing Laporan KKL sebut saja Kakak S teringat dengan adik kelasnya yang juga merupakan teman satu kelas istrinya (sebut saja Kakak N *KKN?*). Saat itu, sepertinya hujan akan turun karena angin kencang mulai berhembus. KKS mengirim pesan Singkat pada Mahluk itu. kita sebut saja dengan MAhluk A *MA*. Ok! :D..

"Sebenarnya kita tinggal teriak sih, soalnya rumahnya deket banget. noh di situ " ujar KKS. saya melongo mengikuti arah telunjuk KKS.

"rumah di pojok yang tampak asri dari luar. " kesan saya dalam hati.

Tidak berapa lama sesosok pria masuk ke dalam dengan menggunakan kaos hitam dan sebuah helm merah (kalo tidak salah) badannya kurus memakai kaca mata hitam dan membawa buku tebal yang belakangan saya tahu itu adalah skripsi miliknya. KKS lah yang mencairkan suasana. Ia menceritakan bahwa salah satu teman saya menginginkan mengambil tema yang sejalan dengan temanya dulu. Sekilas, saya menangkap orangnya baik. Selebihnya hanya perasaan biasa saja.

Ohya, sebelum MA itu datang KKS bercerita banyak mengenai MA. Dia bercerita tentang pengalaman buruk MA yang melakukan survey dengan anak kampus saya. sampai-sampai dia merasa trauma dengan anak kampus saya. *tidak perlulah saya ceritakan mengenai kejadian itu* KKS juga bercerita mengenai pekerjaan MA yang sekarang bekerja di salah satu stasiun televisi swasta di bagian RnD.

Lama berbincang, saya hanya ikut mendengarkan perbincangan mereka sampai akhirnya MA pamit karena ada urusan.


Lamaaaaaaaaaa sekali tidak bertemu dengan MA *mahluk cungkring berkacamata hitam bertubuh pendek dengan senyumnya yang khas*

Tiba-tiba salah satu dosen yang sudah saya anggap kakak *pede banget saya :p * menelpon saya saat saya dalam perjalanan menuju IIEF. Saat itu saya sedang terkantuk-kantuk di dalam bus transjakarta karena tidak ada satupun yang bisa menemani saya pergi. Di tengah kengantukan saya, suara opick memecah kesunyian. segera saya angkat. saya sempat kaget begitu mengetahui bahwa dosen saya itu yang menelpon.

dalam hati saya berbicara *lagi-lagi dalam hati. ya iyalah masa teriak-teriak di trans??*
"ada apa yah telp? tumben" saya segera angkat. "Assalamualaikum."
"waalaikum salam. cayi, lagi di mana?"
"di transjakarta mba."
"oh, pantes berisik hehehe" dia tertawa kecil. pembicaraan pun berlanjut dengan inti pembicaraan dosen saya itu *kita sebut MY* meminta saya untuk menjadi MC sekaligus saritilawah di acara lamarannya. sungguh saat itu saya gembira luar biasa. sampai saya terlonjak dan mengucapkan hamdallah dengan keras. Efeknya seisi trans melihat saya *wink-wink;)*.

Dia sempat memberitahukan bahwa ini hanya untuk acara keluarga dan saya diminta untuk sekaligus menjadi MC dan saritilawah bersama dengan MA. MY memberi informasi bahwa dia didaulat untuk tilawah saat acara tersebut. saya hanya mendengarkan dan mengiyakan semua. itu saya lakukan saking saya senang mendengar berita bahwa dosen saya akan lamaran :D.

Lama waktu berlalu sampai pada acara lamaran itu tiba. saya berangkat jam 6.30 melewati PGC menuju kalibata. Saya berhenti di Mall kalibata dan berlanjut dengan ojek sampai ke tempat acara. Sampai di sana, saya melihat MA memakai baju koko berwarna kuning. tidak ada perbedaan dengan bentuk tubuhnya *alias tetep aja kurus :p* tetapi ketika dia berbicara tampak kawat memagari giginya. rupanya sekarang dia memakai beghel di giginya. saya ingin menyapa dirinya sekedar berbasa-basi namun rupanya dia sedang sibuk menelpon seseorang. saya pun ke dalam dan bertemu dengan MY yang sangat cantik menggunakan baju kebaya hijau. saya berbicara dengan dirinya dan tidak berapa lama adiknya KE datang ikut berbicara. sepanjang acara MA tampak lebih diam. tidak seperti ketika pertama kali bertemu MA yang saya temui sekarang jauh lebih diam. saya sempat heran, namun saya tepis keheranan itu cepat-cepat. sepanjang acara saya hanya berbicara dengan adik MY yang tampak kocak dan lebih banyak mengajak saya berinteraksi. :) MA lebih banyak menyendiri dan pamit pulang sebelum acara selesai.


Setelah acara itu saya tidak pernah bertemu MA lagi. Sampai pada suatu saat, saya sedang membuka FB, MY mengajak saya chat. Awalnya berbicara mengenai skripsi saya, sampai dia meminta saya untuk menjadi saritilawah di acara pernikahannya.
"lo bisa kan jadi saritilawah di nikahan gue? sekalian juga yak jadi penerima tamu hehe"
"siap. apa sih yang enggak buat MY " saya membalas dengan tersenyum. dia pun memberi informasi bahwa saya harus datang jam 6 pagi. setelah kita mengobrol dan memikirkan kemungkin-kemungkinan. akhirnya disepakati saya dan MY akan menginap sehari sebelumnya di hotel sebelah gedung tempat MY menikah. sebelum pembicaraan berakhir, MY menginformasikan bahwa saya akan berduet *nyanyi kali* kembali dengan MA pada saat saritilawah.

waktuuu terussss berputarr dan bergerak sampai di pagi hari acara pernikahan akan berlangsung. saya dan MY sudah bangun sejak pukul 02.00. lucu juga menemani calon pengantin tidur. segala bentuk kegelisahan dengan jelas terlihat. tidak jauh berbeda dengan kegelisahan yang dialami oleh sahabat saya ketika dia menikah. apa itu? yap bolak-balik kamar mandi :p.. bagaimana saya melewati malam bersama calon pengantin perempuan? nantilah saya akan bercerita di lain waktu.


jam setengah 5 MY sudah siap-siap untuk dirias. tidak berapa lama MY akan turun calon mempelai laki-laki alias MS datang untuk mengangkut barang--barang. kecuali buku hadiah MY untuk MS(buku perjalanan cinta mereka berdua. keren deh. Two thumbs Up!), Alquran, dan beberapa pernak-pernik.

Jam tujuh kurang saya bergegas menuju tempat acara akan berlangsung. suasana mulai ramai dengan beberapa orang penata ruangan, catering dan tamu undangan akad. saya langsung menuju ruang rias dan bertemu dua teman saya yang menjadi penerima tamu di saat akad. saya lihat MY sangattt cantik. tukang rias yang telah selesai merias dua teman saya melihat saya datang langsung seperti melihat buruan *lebay* mereka langsung menyuruh saya untuk di Make-up. alasan mereka agar saya bisa langsung berganti pakaian saat saya selesai menjadi saritilawah. jadilah saya dimake-up oleh tukang rias saat itu juga. padahal jadwal saya rias adalah di kloter kedua alias setelah akad selesai.

selesai make-up , MY meminta saya mengecek apakah salah satu dosen saya yang menjadi saksi sudah datang. saya segera mengecek dan ternyata dia sudah datang.. sebelum saya mengecek saya sempat celingak-celinguk mencari MA yang belum tampak hadir. ternyata dia sudah duduk anteng di belakang mic MC. huffh. saya hanya geleng-geleng kepala.

Acarapun dimulai. sebelumnya saya sudah duduk di sebelah MA.
"Kapan dateng kak?"
"Tadi, jam 7 lewat 10"
kami mulai terlibat percakapan. dalam hati, wah sudah kembali menjadi MA yang dulu dia hehehe. kami mulai membahas mengenai baju kami yang senada sampai membahas mengenai anak KKS yang baru lahir.

dia meledek saya ketika saya tidak kuasa menitikkan air mata saat MY memohon izin pada ayahnya.
"kok nangis sih?biasa aja kali"
"sedih tau. kan mau pamitan sama ayah ibu."
"kan bakal ketemu lagi nanti"
"yah, tapi kan rasanya udah beda. ada tanggung jawab lebih setelah itu"
dia tetep tidak menganggap make sense menangis saat akad. dia terus meledek saya.
sepanjang akad saya berbicara, tertawa kecil, dan saling meledek di belakang MC. :)

setelah acara akad selesai, saya mengatakan pada MA untuk tidak pulang begitu saja.
"kak, kalo mau pulang kasih tau sari yah. inget lho"
"Iya, paling aku juga gak lama-lama. soalnya adikku yang dari padang datang."
oh pantes pikirku dalam hati saat acara akad berlangsung dua kali dia mengetik sms di handphonenya.
"lho, gak langsung pulang kan? makan dulu lha kak. aku ke sana dulu yah mau ganti kostum. nanti kalo mau pulang kasih tau yah" pinta saya sambil meminta kembali handphone saya yang saya titipkan padanya d awal acara. ketika saya menyalakan handphone sebuah sms masuk.
"sari di mana?aku udah di tempat acara" saya tersenyum dan langsung berujar padanya.
"ada sms. nihh" saya menunjukkan kepada dia. dalam hati saya baru sadar ternyata dia bukan tidak memberitahukan kedatangannya kepada saya, namun karena handphone saya matikan, maka informasi itu tidak sampai pada saya. dia tersenyum kecut melihat smsnya baru datang.

saya langsung pergi menuju ruang rias, berganti pakaian, dipakaikan penutup kepala dan "voila" saya sudah menggunakan baju kurung lengkap dengan rumah gadang di kepala. sungguh saya suka sekali pakaian itu. tidak berapa lama sebuah sms datang. ternyata dari MA.
"sari, aku pulang dulu yah. salam aja buat MY"aku bergegas keluar ruang rias dan bermaksud menghampirinya. di tengah jalan salah satu teman kelas saya MR berkata pada saya
"nah, gini dong cayi. kalo tiap hari lo kayak gini bisa-bisa gue naksir nih" hmmh saya hanya tersenyum.
"berarti tiap hari gw jelek dong" gumam saya dalam hati. saya langsung kembali melangkah mencari MA. dia memanggil saya yang tengah kebingungan.
"mau pulang sekarang kak? cepet banget"
"iya nih adikku udah dateng. salam aja yah buat MY"
"gak pamit dulu sama MY, MA?" tanyaku
"emang lagi enggak sibuk?"tanyanya balik.
"enggak kok. yuk! " jawabku mengajak dia menuju ruang rias. sampai sana MY yang dirias kedua kalinya langsung menyambut MA dan mengucapkan terimakasih. tidak lupa saya memberikan bingkisan yang sudah dipersiapkan MY sebagai tanda terimakasih kepada MA. (itulah kenapa saya mewanti-wanti MA untuk memberitahu saya jika dia akan pulang karena saya sudah diamanahi MY untuk memberikan bingkisan pada MA) MA pun pamit pulang. saya dan MY mengiyakan.

setelah acara itu berlangsung , entah kenapa tiba-tiba virus itu menyerang saya. saya terus berpikir mengenai MA. hmmh. saya sebenarnya agak tidak menyukai jika virus ini hadir. bukan tidak suka bagaimana, saya ingin dia hadir kepada orang yang memang benar-benar tepat saya hadirkan rasa itu. orang yang menjadi imam dan pemimpin keluarga kelak. saya teringat quote yang selalu saya pegang hingga saat ini. " saya tidak mau menanam perasaan ini lebih dalam. karena bila rasa ini sudah tertanam begitu dalam akan sakit bila dicabut. padahal saya tidak mau mencabut apa yang sudah saya tanam" namun virus ini benar-benar mengoyak rasa saya. saya saj sampai heran. kenapa rasa ini baru hadir? padahal saya sudah dua kali bertemu dia. kenapa pada saat pandangan ketiga? ahhhh entahlah. sejak saat itu saya mulai gemar membuka page dirinya. saya pelajar dirinya melalui fb. bila andrea hirata akan menciptakan jenis kegilaan baru maka mungkin perbuatan saya termasuk jenis kegilaan paling baru.

saya temukan dia masih single namun pertanyaannya apakah single available? saya pelajari tidak ada clue. saya menceritakan pada salah satu teman saya bekfi. dia tertawa dan menyuruh saya istikharah. saya masih belum tenang. bayangkan? saya sampai membuat janji dengan teman akrab saya untuk memecahkan masalah ini. sebab dalam hati saya, saya tidak ingin rasa yang fitrah ini benar-benar menjadi virus hati bagi saya.

hingga di sore hari saya bertemu dengan teman baru yang sudah saya anggap kakak. kami berencana untuk mematangkan konsep buku kami. di tengah diskusi dia bercerita pengalamannya mendapatkan suaminya yang sekarang.
"sar, lo kan belum nikah, nah coba deh lo mulai memikirkan suami yang ideal dan membawanya dalam doa"
"ohya kak?"
"iya. serius deh. gw aja mulai itu dari gw SMP. dan alhamdulillah gw dapet suami gw yang sekarang."
dia kemudian bercerita mengenai suaminya yang begitu baik dan bagaimana dia berdoa untuk mendapatkan suami seperti itu sejak SMP. SMP boy? lama banget dan mimpi itu benar-benar terjawab :)

saya langsung tersadar seketika. kalau mau mendapatkan suami baik maka kkita harus baik dan bersungguh-sungguh meminta padaNYA. saya simpan baik-baik perkataan itu. belum lama ini saya juga bertemu dua sahabat saya. saya pun bercerita mengenai kegundahan saya. mereka menguatkan saya jika jodoh tidak akan kemana. yang paling utama sekarang adalah berdoa dan meminta petunjuknya.

entah mengapa segala kegundahan hilang seketika. saya mulai bisa menata hati saya walaupun belum sepenuhnya bisa. *lebay lagi* saya harus meng-upgrade diri saya setelah itu jodoh akan datang dengan sendirinya. sekarang saya mulai sembuh dari virus itu dan mulai untuk meng-upgrade diri saya. bersama dua teman saya kami mengadakan program merubah bebek menjadi angsa. semoga tahun 2010 membuat saya lebih baik lagi. :)