Terluka dalam diam
Terluka dalam diam tidak dapat menjelaskan
bukan tak sempat namun tak diberi kesempatan
Aku berusaha mengerti lukamu yang sungguh tidak sengaja ku toreh
karena melukaimu hakikatnya adalah menghujam jantungku mengoyak diriku sendiri
Apakah satu kesalahan harus mengubur demikian dalam kenangan indah yang terjadi?
Apakah maaf kini bukan lagi dinilai sebagai esensi penyesalan yang dalam terhadap kesalahan?
jika ya, memang demikian.
Maka biarlah waktu yang mengobati luka, dalam keterdiaman ini.
kau dengan kerasmu yang sesungguhnya membuatku luluh lantak dan terluka
menangis dalam senyumku
menangis dalam tawaku
menangis dalam ketidakberdayaanku menjelaskan persoalan yang terjadi.
biar episode kehidupan ini menjadi alur cerita tak tertebak karena endingnya ditentukan oleh marahmu.
Puisi ini juga dimuat dalam republika online klik di sini untuk membaca
popular post
-
Filosofi Padi : Menunduk bukan berarti tunduk kepala menunduk untuk menundukkan hati Filosofi padi semakin berisi semakin menunduk say...
-
Siapa yang tidak tertarik dengan Jepang? Jepang adalah surga barang-barang elektronik canggih, sekaligus tempat asal ikebana, kimono, sumo, ...
-
LOST IN KOREA;PANDUAN KOMPLET TRAVELING IRIT KE KOREA AVAILABLE IN BOOK STORE ON 6 DECEMBER 2011 Rp. 63.000 Suka film Full House, Coffee Pr...
-
Kesehatan adalah bagian dari nikmatNya yang harus kita syukuri bila masih kita miliki. Nikmat yang terkadang terlewat untuk disadari p...
-
Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia Berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya (Laskar Pelangi-Nidji) Lagu ini begitu populer...
-
Dear Friends, Mau tahu caranya traveling irit ke Jepang? Mau tahu juga caranya menyiasati perjalanan agar bujet ramah kantong? mau tau bagai...
-
Hai Friends, sedih ya bila kita melihat ketersediaan air bersih yang menipis. Bahkan dampak buruknya sudah mulai kita rasakan saat ini. Bany...
-
CINTA J bahasa Universal yang bisa dirasakan oleh setiap orang. Saya, kamu, dia, mereka pasti pernah merasakan apa itu Cinta. Karena Cinta...
-
Tidak terasa saya sudah mencapai semester 9 dalam perkuliahan. Saya mulai mengidap syndrom mahasiswa tingkat akhir. hehe mungkin terdengar a...
-
Terluka dalam diam Terluka dalam diam tidak dapat menjelaskan bukan tak sempat namun tak diberi kesempatan Aku berusaha mengerti lukamu ...
Tampilkan postingan dengan label Reflection. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reflection. Tampilkan semua postingan
Senin, 19 Maret 2012
Rabu, 03 Februari 2010
La Tahzan :)
Jangan Bersedih Kawan by Ahmad Al-Kahfi jika kau bertanya, kan kemana hati bersandar..
saat resah dan gundah gulana menyelimuti hati..
jika kau bertanya, kan kemana hati kan berlabuh..
saat jiwa perlahan rapuh..
saat berjalan terseok-seok diantara ilalang dosa..
gelap berjalan dalam kelamnya hari...
kau tahu kawan, kisah para atheis dimasa perang dunia..
mereka pun mengakui adanya tuhan..
saat mereka habis dihajar bom-bom laknat..
mereka menyeru tuhan..
disaat putus asa menyergap diantara rasa takut mereka..
Ya, kawan..
karena kita seorang muslim..
kita lebih berhak meminta ampunan dan pertolongan-Nya..
Ya, kawan..
karena kita seorang muslim..
tak pantas kita berputus asa..
karena Allah selalu mengulurkan tangan-Nya..
menunggu kita untuk kembali..
kembali bangkit dalam dekapan kasih sayang-Nya..
jadi masih pantaskah kita, berduka, gundah gulana ?
La Tahzan..Innallahama'anaa....
saat resah dan gundah gulana menyelimuti hati..
jika kau bertanya, kan kemana hati kan berlabuh..
saat jiwa perlahan rapuh..
saat berjalan terseok-seok diantara ilalang dosa..
gelap berjalan dalam kelamnya hari...
kau tahu kawan, kisah para atheis dimasa perang dunia..
mereka pun mengakui adanya tuhan..
saat mereka habis dihajar bom-bom laknat..
mereka menyeru tuhan..
disaat putus asa menyergap diantara rasa takut mereka..
Ya, kawan..
karena kita seorang muslim..
kita lebih berhak meminta ampunan dan pertolongan-Nya..
Ya, kawan..
karena kita seorang muslim..
tak pantas kita berputus asa..
karena Allah selalu mengulurkan tangan-Nya..
menunggu kita untuk kembali..
kembali bangkit dalam dekapan kasih sayang-Nya..
jadi masih pantaskah kita, berduka, gundah gulana ?
La Tahzan..Innallahama'anaa....
Kamis, 21 Januari 2010
Ten Laws of LifeTime Growth
1. Always make our future bigger than our past.2. Always make our learning greater than our experience.
3. Always make our contribution bigger than our reward.
4. Always make our performance greater than our applause.
5. Always make our gratitude greater than our success.
6. Always make our enjoyment greater than our effort.
7. Always make our cooperation greater than our status.
8. Always make our confidence greater than our comfort.
9. Always make our purpose greater than our money.
10. Always make our questions bigger than our answers.
Let we grow our lifetime together.. :D
Disarikan dari http://www.lifetimegrowth.
Langganan:
Postingan (Atom)